Kulit wajah yang bersih dan putih memang menjadi dambaan setiap orang, khususnya kaum hawa. Apalagi, saat ini opini masyarakat mengidentikan bahwa putih adalah cantik

Produk pemutih wajah mulai banyak hadir di pasaran, mulai dari pemutih wajah merk terkenal hingga produk yang aspal. Iklan produk pemutih juga sedang gencar-gencarnya baik di media online maupun offline. Keunggulan yang ditawarkan oleh produk-produk tersebut bermacam-macam, yang paling banyak ditawarkan adalah produk pemutih yang bisa memutihkan kulit dalam waktu singkat.

Sebagai konsumen yang cerdas, berhati-hatilah dalam memilih kosmetik atau perawatan wajah untuk memutihkan kulit. Alih-alih menjadi putih anda malah harus mengeluarkan kocek yang besar untuk mengobati kulit anda. Sebelum membeli, sebaiknya anda perhatikan baik-baik bahan yang terkandung dalam produk pemutih kulit tersebut. Berikut beberapa jenis zat yang berbahaya dan tidak boleh digunakan untuk kulit.

  1. Merkuri
    Merkuri atau disebut juga air raksa merupakan salah satu jenis logam yang biasa digunakan dalam termometer. Logam ini banyak ditemukan dalam produk pemutih kulit. Memang merkuri bisa membuat kulit menjadi putih dengan waktu yang singkat, namun efeknya sangat buruk terhadap organ dalam tubuh kita. Dalam dosis yang hanya sedikit saja, merkuri bisa masuk dengan baik melalui pembuluh darah kita. Namun, merkuri ini tidak bisa keluar dari dalam tubuh, nantinya merkuri akan tertimbun di dalam ginjal, hati, bahkan di susunan saraf pusat. Banyak orang yang tidak sadar dengan akibat yang ditimbulkan oleh merkuri. Yang penting kulit jadi putih, masalah efeknya itu nanti.
  1. Hydroquinon
    Hydroquinone adalah zat yang mudah larut dalam air dan biasanya digunakan dalam proses cuci cetak foto. Hydroquinone menghambat pembentukan melanin. Padahal tahukah anda bahwa melanin berfungsi sebagai pelindung kulit dari sinar ultraviolet sehingga kita terhindar dari kanker kulit?
  1. Retionic Acid
    Awalnya retonic acid ini difungsikan sebagai obat jerawat, tapi ternyata zat ini memiliki fungsi lain yakni memutihkan kulit. Jadi saat ini retonic acid banyak dipakai untuk pemutih kulit. Namun, karena bersifat asam maka retonic acid tidak baik jika digunakan dalam jangka panjang. Retonic acid dapat menimbulkan iritasi yang permanen. Lama kelamaan kulit akan menjadi tipis, dan menjadi kemerahan seperti kepiting rebus. Retonic acid juga berbahaya bagi wanita hamil, karena zat ini mudah masuk ke dalam aliran darah pada janin. –RAISA AMELIA-
FacebookTwitterMore...